Backup Android Kini Masuk Kuota 15GB Google, Begini Cara Ceknya

Business95 Views

Google baru saja mengubah kebijakan penyimpanan untuk backup Android. Mulai sekarang, data pengaturan perangkat Android yang di-backup akan dihitung dalam batas gratis 15GB yang dimiliki setiap akun Google. Perubahan ini memang bisa membuat beberapa pengguna khawatir soal ruang penyimpanan mereka.

Sebelumnya, backup pengaturan perangkat sering dianggap terpisah atau tidak sepenuhnya membebani kuota utama. Kini Google menyamakan perlakuan semua jenis backup, termasuk yang berisi konfigurasi Wi-Fi, wallpaper, hingga pengaturan aplikasi tertentu. Akibatnya, pengguna yang rutin melakukan backup otomatis mungkin melihat kapasitas mereka berkurang lebih cepat.

Yang perlu diingat, perubahan ini bukan berarti semua data hilang atau tiba-tiba membengkak. Google tetap memberikan opsi untuk mengelola apa saja yang di-backup. Pengguna bisa masuk ke menu Settings > Google > Backup untuk melihat detail dan memilih item mana yang ingin disimpan.

Dari sisi dampak, kebijakan baru ini mendorong pengguna lebih sadar akan volume data yang mereka simpan di cloud. Banyak orang yang tidak pernah cek ulang pengaturan backup mereka selama bertahun-tahun, sehingga kini saat kuota mulai terasa sempit, mereka baru menyadari pentingnya membersihkan data yang tidak perlu.

Selain itu, latar belakang perubahan ini berkaitan dengan upaya Google untuk membuat kebijakan storage lebih konsisten di seluruh layanan. Karena backup Android memang disimpan di Google Drive yang sama dengan foto, dokumen, dan email, masuk akal jika semuanya dihitung dalam satu kuota yang sama.

Bagi yang merasa 15GB tidak cukup, Google One menawarkan paket berbayar mulai dari kapasitas lebih besar. Namun bagi kebanyakan pengguna biasa, cukup dengan menonaktifkan backup untuk aplikasi atau data yang jarang dipakai sudah bisa menghemat banyak ruang.

Cara termudah mengecek pengaturan adalah membuka aplikasi Google One di ponsel, lalu melihat breakdown penggunaan storage. Dari situ bisa langsung tahu berapa persen yang dipakai oleh backup perangkat Android. Jika angkanya besar, pengguna bisa memilih untuk menghapus backup lama atau membatasi jenis data yang disimpan.

Secara keseluruhan, perubahan ini lebih ke arah transparansi daripada pembatasan mendadak. Dengan mengetahui pengaturan yang tepat, pengguna tetap bisa menikmati fitur backup tanpa khawatir kehabisan ruang gratis.