Password Buatan AI Chatbot Justru Lebih Gampang Dibobol

Business367 Views

Banyak orang mulai pakai AI chatbot seperti ChatGPT buat bikin password karena dianggap praktis dan unik. Padahal, riset menunjukkan password yang dihasilkan AI justru punya pola yang bisa ditebak lebih mudah dibanding generator acak biasa.

AI dilatih dari miliaran data teks manusia, jadi ia cenderung menghasilkan kombinasi yang terasa ‘manusiawi’. Ini membuat passwordnya mengikuti distribusi huruf dan kata tertentu yang sering muncul di data latihannya. Akibatnya, password tersebut tidak benar-benar random seperti yang diklaim.

Latar belakang masalah ini berasal dari cara kerja model bahasa besar. Mereka memprediksi token berikutnya berdasarkan probabilitas statistik, bukan memilih karakter secara acak murni. Ketika diminta buat password, model itu masih mengandalkan pola yang pernah dilihat, bukan algoritma kriptografi yang dirancang khusus untuk keacakan.

Dampaknya cukup serius buat pengguna biasa. Kalau semakin banyak orang mengandalkan AI untuk password akun penting seperti email atau banking, maka penyerang bisa membuat model serupa untuk menebak password dalam skala besar. Ini berbeda dengan password yang dibuat pakai generator acak sungguhan yang tidak punya pola statistik.

Selain itu, pengguna sering meminta AI buat password yang ‘mudah diingat’, sehingga permintaan tersebut justru semakin mengurangi keacakan. Mereka mungkin menambahkan instruksi seperti ‘buat yang gampang dihafal’ dan hasilnya password jadi lebih lemah.

Solusi yang lebih aman tetap menggunakan password manager dengan fitur generator acak yang sudah teruji kriptografi. Tools seperti ini dibuat khusus untuk menghasilkan string yang benar-benar tidak bisa diprediksi, tanpa bergantung pada data latih bahasa.

Ke depan, sebaiknya kita tidak mengandalkan chatbot untuk urusan keamanan dasar seperti ini. AI memang berguna untuk banyak hal, tapi soal password, lebih baik serahkan pada sistem yang memang dirancang untuk itu.