Profesional Tech Takut AI Bikin Kerja Makin Banyak, Bukan Hilang Pekerjaan

Business181 Views

Survei terhadap 6.000 profesional teknologi mengungkapkan bahwa kekhawatiran utama mereka terhadap AI bukanlah soal kehilangan pekerjaan. Sebaliknya, mereka lebih cemas karena AI justru membuat beban kerja bertambah tanpa diimbangi kenaikan gaji atau kompensasi yang layak.

Banyak dari responden mengaku bahwa tools AI seperti coding assistant dan automation sudah mulai mengambil alih tugas rutin. Namun alih-alih membuat hari kerja lebih ringan, hasilnya justru perusahaan menumpahkan lebih banyak proyek kepada tim yang sama. Akibatnya, mereka merasa produktivitas naik tapi imbalannya tetap sama.

Temuan lain yang cukup mengejutkan adalah mayoritas profesional tech ini tidak akan merekomendasikan karir di bidang yang sama kepada orang yang baru masuk industri saat ini. Mereka merasa tekanan yang semakin tinggi membuat keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi semakin sulit dicapai.

Salah satu analisis yang muncul dari data ini adalah potensi peningkatan burnout di kalangan engineer dan developer. Ketika AI mempercepat penyelesaian tugas, manajemen cenderung menaikkan target tanpa menambah sumber daya manusia, sehingga stres menjadi hal yang umum.

Selain itu, kondisi ini juga bisa memengaruhi cara perusahaan merekrut talenta baru. Jika generasi muda melihat bahwa peran tech justru semakin berat, minat untuk masuk ke bidang ini mungkin menurun di masa depan, padahal kebutuhan akan tenaga tech tetap tinggi.

Di sisi lain, beberapa perusahaan mulai menyadari bahwa mereka perlu menyesuaikan struktur kompensasi agar tetap bisa mempertahankan karyawan. Model kerja yang hanya mengandalkan efisiensi AI tanpa memperhatikan kesejahteraan tim berisiko menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dalam jangka panjang.

Bagi yang sudah lama berkecimpung di industri, situasi ini terasa seperti pengulangan dari era sebelumnya ketika otomatisasi mulai masuk. Bedanya, kali ini perubahan terjadi jauh lebih cepat sehingga adaptasi menjadi tantangan tersendiri.

Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa penerapan AI di tempat kerja tidak selalu membawa kelegaan. Banyak profesional tech justru merasa beban mereka bertambah dan perlu ada penyesuaian dari sisi perusahaan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak.